HOTLINE : +62741 783 7477

Ayo Gunakan Eco Bag Pengganti Kantong Plastik

Diet kantong Plastik memang menjadi jurus ampuh dalam mengurangi dampak buruk yang ditimbulkan dari membludaknya sampah plastik di Indonesia. Tengok saja dari data yang dihimpun, Indonesia menjadi salah satu penyumbang sampah plastik terbesar kedua di dunia. Dimana laut adalah penampungannya. Terlebih ada sekitar 100 miliar kantong plastik digunakan di Indonesia per tahunnya. Lalu apa jadinya jika tidak ada upaya bersama dalam menanggulangi persoalan ini?

Hal yang lebih mengerikan lagi dari sampah kantong plastik ini, kantong plastik tentunya sangat tidak ramah lingkungan, sebab plastik baru dapat terurai dalam jangka waktu yang sangat lama, antara 500 hingga 1000 tahun. Meskipun ada kantong plastik yang diklaim ramah lingkungan, sebab dapat terurai dalam kurun waktu 5-10 tahun. Hal yang sama juga apabila sampah atau limbah plastik yang dibuang ke laut oleh orang yang tidak bertanggungjawab. Tentunya akan memiliki efek berganda, dimana zat berbahaya yang terkandung didalamnya bakal mencemari laut.

Karena itu, Februari 2016 lalu pemerintah telah mengeluarkan kebijakan pengaturan penggunaan kantong plastik berbayar bagi masyarakat yang berbelanja di pasar, peritel kecil hingga mall. Para konsumennya diwajibkan untuk membayar Rp 200,- untuk setiap kantong plastik yang digunakannya.  Langkah ini terbilang sangat tepat, selain memberikan edukasi kepada masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan dari sebaran sampah plastik juga membiasakan masyarakat untuk diet plastik setiap kali berbelanja.

Lalu, apa lagi yang mesti dilakukan? Diibaratkan, untuk menerapkan kecintaan terhadap lingkungan haruslah dimulai dari diri sendiri, lingkungan keluarga barulah ke lingkungan sekitarnya. Seperti yang tertuang dalam progran EcoCulture, dimana program yang digagas oleh Grup Ciputra pada 2011 ini, menjadi sebuah perwujudan perusahaan dalam mendukung gerakan ramah lingkungan. Ada banyak program yang didedikasikan untuk meningkatkan arti pentingnya menyelamatkan dan melestarikan alam di tengah-tengah ancaman dampak pemanasan bumi (Global Warming) dan bencana alam.

Untuk itu, program EcoCulture sebagai cerminan dan budaya hidup bersih dalam setiap diri masyarakatnya akan dengan sangat mudah membiasakan diri untuk menerapkan budaya diet kantong plastik  setiap kali berbelanja. Lebih bijak lagi jika setiap kali berbelanja dengan menggunakan  tas kain / eco bag (tas ramah lingkungan).

Ada beberapa macam eco bag diantaranya :

  1. COTTON BAG / TOTE BAG

totesTotebag termasuk dalam kategori tas jinjing. Ia bisa digunakan untuk membawa buku, kosmetik, peralatan maupun penggunaan lain. Secara praktis dapat dikatakan, tote bag bisa digunakan untuk membawa apa saja. Karena sering digunakan untuk beragam keperluan inilah membuat tote bag biasanya berbahan material yang kuat seperti kanvas, nilon dan kain yang kokoh lainnya.

Kini penggunaan tote bag untuk berbelanja sangat besar. Terutama sebagai kampanye isu-isu lingkungan berkaitan penggunaan tas sekali pakai.

 

  1. Folding Bag

Ecobag ini yang palfolding baging mudah dibawa, karena memang bisa dilipet jadi lipatan paling tipis dan kecil, lebih ringkas dan sederhana dibawa kemana-mana sehingga bisa terhindar lupa bawa, sangat cocok untuk yang suka lupa, atau mau memulai membiasakan diri menggunakan ecobag, folding bag ini sangat disarankan untuk digunakan.

 

  1. Trolley Bag

trolley bagtrolley-bag-02

Ecobag model ini bisa 2 fungsi, saat belanja sedikit kita bisa lipat dan tenteng seperti tas biasa, dan saat kita belanja banyak dan sangat berat untuk di tenteng ya kita tinggal buka dan bisa ditaruh di atas troli dan siap kita pakai.