HOTLINE : +62741 783 7477

Jenis – Jenis Sertifikat Kepemilikan

Memperhatikan sertifikat kepemilikan sebuah lahan atau rumah menjadi penting untuk menghindari masalah yang tidak di ingingkan di kemudian hari, seperti terjadinya sengketa lahan, ditemukannya kepemilikan ganda sehingga terjadi saling klaim dan lain sebagainya.

Untuk itu, memilih hunian atau properti tidak bisa sembarangan. Pemilihannya harus dilakukan dengan pemikiran matang dan investigasi yang mendalam, terutama pada sertifikat tanahnya. Karena sertifikat tanah menjadi bukti kepemilikan atau penguasaan atas tanah berdirinya hunian Anda.
Oleh karena itu pemerintah berusaha mengatur hak-hak atas tanah diantaranya pada Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1960 Tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria.

1. Girik / Petok

Girik dan Petok bukan merupakan sertifikat kepemilikan atas tanah melainkan jenis administrasi desa tentang pertanahan yang menunjukan penguasaan atas lahan untuk keperluan perpajakan. Didalam girik dijelaskan tentang nomor, luas tanah dan pemilik hak baik karena jual beli maupun waris sehingga Girik dan petok harus ditunjang dengan bukti lain misalnya Akta Jual Beli atau Surat Waris. Karena girik lebih bersifat registrasi historis sangat direkomendasikan bagi anda pemegang hak pada girik untuk segera mengurus Sertifikat. Girik biasanya berupa hak milik adat yang diwariskan kepada seseorang dimana lahan tersebut belum didaftarkan ke BPN (Badan Pertanahan Nasional). Jadi surat girik tersebut bukanlah sebuah sertifikat, melainkan girik hanyalah sebuah surat yang menandakan bahwa seseorang telah menguasai sebidang lahan.

2. SHM (Sertifikat Hak Milik)

SHM merupakan jenis sertifikat dengan kepemilikan hak atas penuh oleh pemegang sertifikat tersebut. SHM juga menjadi bukti kepemilikan paling kuat atas lahan,rumah, atau tanah karena tidak ada lagi campur tangan ataupun kemungkinan kepemilikan pihak lain. Sertifikat yang berstatus hak milik atau SHM dinilai menjadi yang paling aman dan tentu saja diakui dan mudah diterima oleh bank. Status SHM juga tak memiliki batas waktu. Sebagai bukti kepemilikan paling kuat, SHM menjadi alat paling valid untuk melakukan transaksi jual beli maupun penjaminan.

3. SHGB ( Sertifikat Hak Guna Bangunan)

SHGB memiliki batas waktu tertentu, biasanya 20 tahun. Kemudian jika masa tersebut telah berakhir, maka si pemilik wajib melaporkan ke BPN guna memperpanjang kembali. Jika si pemilik tidak memperpanjang atau lalai untuk mengurus maka lahan tersebut akan kembali menjadi milik negara.
Pemilik SHGB bisa saja meningkatkan status kepemilikan atas tanah yang mereka kuasai dalam bentuk SHM. Biasanya, peningkatan status sertifikat dari SHGB ke SHM karena di atas tanah itu didirikan bangunan tempat tinggal. Jenis sertifikat SHGB dapat diakui dan dijadikan sebagai agunan jika anda hendak memberikannya ke bank.

4.SHSRS (Sertifikat Hak Satun Rumah Susun)

Adapun SHSRS berhubungan dengan kepemilikan seseorang atas rumah vertikal, rumah susun yang dibangun di atas tanah dengan kepemilikan bersama. Pengaturan kepemilikan bersama dalam satuan rumah susun digunakan untuk memberi dasar kedudukan atas bench tak bergerak yang menjadi obyek kepemilikan di luar unit, mulai taman, tempat parkir, sampai area lobi.
Akan tetapi, selain atas kepemilikan atas satuan rumah susun, hak milik satuan rumah susun tersebut juga meliputi hak kepemilikan bersama atau yang disebut sebagai bagian bersama, tanah bersama, dan benda bersama, terpisah dari kepemilikan satu rumah susun. Inilah yang sering disebut sebagai strata title.
Strata title merupakan sistem yang memungkinkan pembagian tanah dan bangunan dalam unit-unit yang disebut satuan, dalam hal ini satuan rumah susun. Secara sederhana, bangunan vertikal untuk perumahan ada tiga jenis, yakni rumah susun, apartemen, dan kondominium. Namun, untuk memudahkan, karena pengaturan undang-undang, yakni Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1985 tentang Rumah Susun, digunakan istilah rumah susun untuk mengacu pada bangunan vertikal yang digunakan sebagai tempat tinggal.

Demikian pembahasan Jenis-Jenis Sertifikat Kepemilihan Lahan Atau Rumah semoga bermanfaat dan dapat membantu anda untuk lebih berhati-hati dalam melihat kelengkapan dokumen dan sertifikat dari sebuah rumah atau lahan yang akan di beli. tentunya, jika anda membeli di CitraRaya city, segala dokumen dan sertifikatnya lengkap dan jika anda kurang jelas akan hal ini, dapat menanyakan langsung ke tim kita.

admin