Home / Berita Properti / Perbedaan AC Inverter dan Split, Pilih Mana yang Paling Irit?
perbedaan ac inverter dan split

Perbedaan AC Inverter dan Split, Pilih Mana yang Paling Irit?

Berita Properti

Di tengah naiknya tarif listrik dan cuaca yang kian panas, memahami perbedaan AC inverter dan split menjadi penting sebelum membeli pendingin ruangan. Banyak orang mengira AC inverter dan AC split adalah dua jenis yang benar benar berbeda, padahal istilah “split” merujuk pada bentuk unitnya, sementara “inverter” merujuk pada teknologi di dalam mesinnya. Kebingungan inilah yang sering membuat konsumen salah pilih, lalu menyesal ketika tagihan listrik datang tiap bulan.

Memahami Istilah: AC Split, AC Inverter, dan Kombinasinya

Sebelum membahas lebih jauh perbedaan AC inverter dan split, hal pertama yang perlu diluruskan adalah istilah yang beredar di pasaran. Di toko elektronik, Anda akan sering mendengar tiga sebutan yang tampak mirip namun sebenarnya tidak sama.

Apa Itu AC Split dalam Perbedaan AC Inverter dan Split

AC split adalah jenis AC yang terdiri dari dua unit terpisah, yakni unit indoor di dalam ruangan dan unit outdoor di luar ruangan. Kata “split” berarti terpisah. Hampir semua AC rumahan saat ini menggunakan sistem split, menggantikan AC jendela yang dulu populer.

Dalam konteks perbedaan AC inverter dan split, AC split ini terbagi lagi menjadi dua tipe utama berdasarkan teknologi kompresornya, yaitu:

– AC split non inverter
– AC split inverter

Plus Minus Balkon dan Teras Rumah, Wajib Tahu!

Jadi, AC inverter yang sering Anda dengar sebenarnya adalah AC split dengan teknologi inverter. Artinya, “inverter” bukan bentuk fisik, melainkan sistem kerja kompresornya.

Teknologi Inverter dalam Perbedaan AC Inverter dan Split

Inverter adalah teknologi yang mengatur kecepatan putaran kompresor secara dinamis. Pada AC inverter, kompresor tidak langsung mati ketika suhu ruangan mencapai titik yang diinginkan, melainkan menurunkan kecepatannya. Dengan cara ini, suhu ruangan lebih stabil dan konsumsi listrik lebih terkontrol.

Dalam perbedaan AC inverter dan split non inverter, kunci utamanya ada di cara kompresor bekerja. AC non inverter bekerja dengan pola hidup mati on off, sedangkan inverter bekerja dengan pola naik turun kecepatan. Inilah yang kemudian memengaruhi kenyamanan, konsumsi listrik, dan umur pakai komponen di dalam AC.

> “Banyak orang salah kaprah mengira inverter sekadar fitur hemat listrik. Padahal, yang lebih terasa sehari hari justru kenyamanan suhu yang tidak naik turun drastis.”

Cara Kerja AC Inverter vs AC Split Non Inverter di Balik Panel

Setiap kali Anda menyalakan AC, ada proses teknis yang terjadi di balik panel plastik yang tampak sederhana. Memahami perbedaan cara kerja ini membantu menjelaskan mengapa tagihan listrik bisa berbeda cukup jauh antara satu tipe dengan tipe lain.

Prosedur Sertifikat Tanah Wakaf Lengkap, Jangan Salah Urus!

Pola Hidup Mati pada AC Split Non Inverter

Dalam perbedaan AC inverter dan split non inverter, cara kerja AC konvensional cukup sederhana. Ketika AC dinyalakan dan suhu ruangan masih panas, kompresor akan bekerja dengan daya penuh untuk menurunkan suhu. Begitu suhu ruangan mencapai setelan di remote misalnya 24 derajat kompresor akan mati. Kipas indoor tetap menyala, tetapi tidak ada proses pendinginan baru.

Ketika suhu kembali naik beberapa derajat, sensor akan memerintahkan kompresor untuk menyala lagi dengan daya penuh. Siklus ini berulang terus menerus:

– Kompresor menyala penuh
– Suhu turun
– Kompresor mati
– Suhu naik lagi
– Kompresor menyala lagi

Siklus on off inilah yang membuat konsumsi listrik pada AC non inverter cenderung lebih tinggi, karena arus listrik saat kompresor mulai menyala biasanya cukup besar.

Kerja Bertahap pada AC Inverter dalam Perbedaan AC Inverter dan Split

Pada AC inverter, pola kerjanya berbeda. Saat dinyalakan, kompresor juga akan bekerja cukup kuat untuk mempercepat proses pendinginan. Namun ketika suhu mendekati setelan di remote, kompresor tidak mati total. Kecepatan putarannya hanya diturunkan sehingga daya listrik yang dipakai ikut menurun.

Siapa Pengelola Tanah Wakaf? Ini Jawaban Lengkapnya

Dalam perbedaan AC inverter dan split, di sinilah teknologi inverter menunjukkan keunggulannya. Kompresor tetap hidup tetapi dalam mode “hemat tenaga”, menjaga suhu ruangan tetap stabil tanpa harus terus menerus melakukan start ulang yang boros.

Akibatnya:

– Suhu ruangan lebih stabil
– Tidak terasa terlalu dingin lalu tiba tiba hangat
– Konsumsi listrik cenderung lebih rata dan efisien dalam pemakaian jangka panjang

Konsumsi Listrik: Benarkah AC Inverter Paling Irit?

Pertanyaan “mana yang paling irit” selalu muncul ketika membahas perbedaan AC inverter dan split non inverter. Jawabannya tidak sesederhana memilih inverter lalu masalah selesai, karena pola pemakaian dan kondisi ruangan ikut menentukan.

Perbedaan AC Inverter dan Split Non Inverter dalam Tagihan Listrik

Secara teori, AC inverter lebih hemat listrik jika digunakan dalam durasi yang cukup panjang setiap hari. Hal ini karena setelah ruangan mencapai suhu yang diinginkan, kompresor berjalan di kecepatan rendah yang jauh lebih irit dibanding siklus on off pada AC non inverter.

Gambaran umumnya:

– Penggunaan 6 hingga 8 jam per hari atau lebih, terutama di malam hari, cenderung membuat AC inverter lebih unggul dalam efisiensi
– Jika penggunaan hanya sebentar 1 hingga 2 jam per hari, selisih konsumsi listrik antara inverter dan non inverter mungkin tidak terlalu terasa

Dalam perbedaan AC inverter dan split, faktor lain yang juga berpengaruh adalah daya awal saat AC pertama kali dinyalakan. Beberapa model inverter modern sudah dirancang untuk menekan lonjakan daya awal, sehingga lebih ramah terhadap instalasi listrik rumah.

Pengaruh Suhu Setelan dan Kebiasaan Pengguna

Banyak pengguna mengeluh AC inverter tidak terlalu irit, padahal kebiasaan pemakaian mereka justru menghambat kinerja inverter. Misalnya:

– Sering menaik turunkan suhu secara ekstrem
– Sering mematikan AC sebentar lalu menyalakannya lagi
– Membiarkan pintu ruangan sering terbuka

Dalam perbedaan AC inverter dan split non inverter, AC inverter akan bekerja optimal jika:

– Suhu disetel stabil misalnya 24 hingga 26 derajat
– Pintu dan jendela tertutup rapat
– AC digunakan dalam durasi cukup lama tanpa sering dimatikan

> “Teknologi hemat energi tidak akan terasa manfaatnya jika kebiasaan pemakaian kita masih boros. AC sehemat apa pun tetap akan tekor jika pintu ruangan dibiarkan terbuka terus.”

Kenyamanan Suhu dan Kebisingan: Mana yang Lebih Nyaman?

Selain soal tagihan listrik, perbedaan AC inverter dan split non inverter juga terasa pada kenyamanan sehari hari. Ini menyangkut stabilitas suhu dan tingkat kebisingan yang muncul dari unit indoor maupun outdoor.

Stabilitas Suhu dalam Perbedaan AC Inverter dan Split

Pada AC non inverter, pengguna sering merasakan ruangan terasa sangat dingin ketika kompresor menyala, lalu perlahan hangat ketika kompresor mati. Fluktuasi ini bisa cukup mengganggu bagi orang yang sensitif terhadap perubahan suhu.

Pada AC inverter:

– Suhu lebih stabil karena kompresor tidak mati total
– Perubahan suhu terjadi secara perlahan dan halus
– Tubuh tidak mengalami “kaget dingin” atau “kaget panas” secara tiba tiba

Dalam perbedaan AC inverter dan split, stabilitas suhu ini menjadi salah satu alasan banyak keluarga beralih ke inverter, terutama jika di rumah ada anak kecil atau lansia yang lebih rentan terhadap perubahan suhu drastis.

Tingkat Kebisingan dan Getaran

Kebisingan biasanya muncul ketika kompresor menyala atau mati. Pada AC non inverter, suara “jedug” atau getaran sesaat ketika kompresor mulai bekerja cukup sering terdengar. Di malam hari yang sunyi, suara ini bisa terasa mengganggu.

AC inverter umumnya lebih senyap karena:

– Kompresor tidak sering on off
– Perubahan kecepatan kompresor bertahap, bukan mendadak
– Suara hembusan angin dari indoor lebih stabil

Dalam perbedaan AC inverter dan split, faktor kebisingan ini sering luput dari pertimbangan, padahal untuk kamar tidur atau ruang kerja yang tenang, AC inverter memberikan nilai tambah yang signifikan.

Biaya Awal, Perawatan, dan Pertimbangan Membeli

Ketika membandingkan perbedaan AC inverter dan split non inverter, banyak konsumen langsung terpaku pada harga beli di toko. Padahal, yang lebih penting adalah total biaya kepemilikan selama beberapa tahun ke depan.

Harga Beli dan Balik Modal dalam Perbedaan AC Inverter dan Split

AC inverter umumnya lebih mahal dibanding AC non inverter dengan kapasitas yang sama. Selisih harga bisa berkisar ratusan ribu hingga lebih dari satu juta rupiah tergantung merek dan fitur tambahan.

Namun, jika:

– AC digunakan setiap hari dalam durasi panjang
– Suhu disetel stabil
– Listrik rumah mencukupi untuk daya awal

Maka selisih harga tersebut bisa tertutup oleh penghematan tagihan listrik dalam jangka 1 hingga 3 tahun, tergantung pola pemakaian. Dalam perbedaan AC inverter dan split, inilah yang membuat banyak orang menganggap inverter sebagai investasi jangka panjang, bukan sekadar barang konsumsi.

Perawatan dan Keawetan Komponen

Dari sisi perawatan rutin seperti cuci filter, cuci indoor, dan outdoor, baik AC inverter maupun non inverter membutuhkan perlakuan yang sama. Debu yang menumpuk akan menghambat sirkulasi udara dan memaksa kompresor bekerja lebih berat, apa pun tipenya.

Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:

– Teknologi inverter lebih kompleks, sehingga jika terjadi kerusakan pada modul elektronik, biaya perbaikannya bisa lebih tinggi
– Di sisi lain, karena kompresor inverter tidak sering on off, beban kerja mekanisnya cenderung lebih ringan, yang secara teori dapat memperpanjang umur kompresor

Dalam perbedaan AC inverter dan split, pemilihan teknisi yang benar benar paham sistem inverter juga penting. Tidak semua teknisi AC rumahan terbiasa menangani rangkaian elektronik inverter, sehingga pemilik perlu lebih selektif memilih jasa servis.

Kapan Memilih AC Inverter, Kapan Cukup AC Split Non Inverter

Setelah memahami perbedaan AC inverter dan split non inverter dari berbagai sisi, keputusan akhirnya kembali pada kebutuhan dan pola pemakaian di rumah atau kantor Anda.

AC inverter lebih tepat jika:

– AC digunakan setiap hari dengan durasi panjang
– Ruangan tertutup rapat dan jarang buka tutup pintu
– Menginginkan suhu stabil dan ruangan lebih senyap
– Bersedia membayar lebih mahal di awal demi tagihan listrik yang lebih ringan ke depan

AC split non inverter masih relevan jika:

– Penggunaan AC hanya sesekali atau sebentar
– Anggaran terbatas dan prioritas utama adalah harga beli yang lebih murah
– Ruangan sering buka tutup pintu sehingga teknologi inverter tidak bekerja optimal

Dalam praktik di lapangan, banyak keluarga akhirnya mengombinasikan keduanya. Misalnya, memasang AC inverter di kamar tidur yang digunakan lama setiap malam, dan AC non inverter di ruang tamu yang hanya dinyalakan ketika ada tamu atau pada jam tertentu saja. Dengan cara ini, keunggulan masing masing tipe dapat dimanfaatkan sesuai fungsi ruangannya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *