Tanaman pengusir ular semakin banyak dicari seiring meningkatnya kekhawatiran warga terhadap kemunculan reptil ini di sekitar permukiman. Perubahan iklim, alih fungsi lahan dan kebersihan lingkungan yang kurang terjaga membuat ular lebih sering masuk ke halaman bahkan teras rumah. Di tengah kegelisahan itu, banyak orang mulai melirik cara alami untuk mengurangi risiko, salah satunya dengan menanam jenis tanaman tertentu yang dipercaya tidak disukai ular.
Mengapa Tanaman Pengusir Ular Mulai Dilirik Warga
Meningkatnya pembangunan di daerah pinggiran kota membuat habitat alami ular terus menyempit. Semak belukar, sawah dan kebun yang dulu menjadi tempat hidup ular perlahan berubah menjadi perumahan. Kondisi ini membuat pertemuan antara manusia dan ular jauh lebih sering terjadi dibanding beberapa tahun lalu. Di sisi lain, penanganan menggunakan bahan kimia atau racun tidak selalu aman dan bisa membahayakan hewan lain, termasuk hewan peliharaan.
Di titik inilah tanaman pengusir ular menjadi alternatif. Bukan hanya karena diyakini mengeluarkan aroma yang tidak disukai ular, tetapi juga karena bisa memperindah pekarangan. Meski tidak ada jaminan seratus persen ular tidak akan pernah muncul, keberadaan tanaman tertentu dapat menjadi salah satu lapisan proteksi tambahan di samping menjaga kebersihan lingkungan dan menutup celah masuk.
“Tanaman bukanlah pagar besi yang sepenuhnya menghentikan ular masuk, tetapi lebih mirip rambu peringatan yang membuat ular enggan berlama lama di sekitar rumah.”
1. Serai Wangi, Tanaman Pengusir Ular yang Paling Mudah Ditemukan
Serai wangi sudah lama dikenal sebagai tanaman pengusir nyamuk, namun banyak pawang ular dan warga desa juga meyakini tanaman ini cukup efektif untuk mengurangi kehadiran ular di sekitar rumah. Aroma kuat dari minyak atsiri yang terkandung dalam batang dan daunnya membuat ular tidak nyaman berlama lama di area yang banyak ditanami serai.
Cara Menanam Serai Wangi sebagai Tanaman Pengusir Ular
Serai wangi termasuk tanaman pengusir ular yang relatif mudah dibudidayakan. Tanaman ini bisa tumbuh baik di tanah yang agak gembur dengan sinar matahari cukup. Anda bisa menanamnya di pinggir pagar, di sudut halaman, atau di dekat area yang berpotensi menjadi jalur masuk ular seperti selokan dan tumpukan batu.
Perbanyak tanaman ini dengan memisahkan rumpun dan menanamnya kembali dengan jarak sekitar 40 sampai 50 sentimeter. Semakin rapat rumpun serai wangi, semakin tebal pula penghalang aromanya. Selain itu, bagian batang bisa dimanfaatkan untuk bumbu dapur sehingga menambah nilai fungsional di rumah.
2. Bunga Marigold, Warna Cerah dengan Aroma yang Menyengat
Bunga marigold dikenal dengan warna kuning dan oranye yang mencolok. Di balik kecantikannya, tanaman ini juga sering disebut sebagai tanaman pengusir ular karena mengeluarkan aroma tajam yang tidak disukai banyak hewan. Marigold juga kerap digunakan sebagai tanaman penghalau hama di kebun sayur.
Menata Bunga Marigold sebagai Sabuk Pelindung Tanaman Pengusir Ular
Untuk memaksimalkan fungsi bunga marigold sebagai tanaman pengusir ular, tanamlah di sekeliling batas pekarangan atau di sepanjang jalur setapak menuju rumah. Marigold tumbuh baik di area yang mendapat sinar matahari penuh dan tanah yang tidak terlalu lembap.
Penanaman bisa dilakukan dalam pot maupun langsung di tanah. Jika menggunakan pot, susun berderet di sepanjang teras atau tepi pagar agar terbentuk barisan yang rapat. Selain mengurangi peluang ular melintas, tampilan halaman juga terlihat lebih hidup dan terawat.
3. Lidah Mertua, Tanaman Pengusir Ular yang Tahan Banting
Lidah mertua atau sansevieria populer sebagai tanaman hias indoor. Namun, beberapa penghobi reptil dan pawang ular meyakini bentuk daun yang tegak kaku dan rimbun serta struktur rumpunnya yang rapat membuat ular enggan melintas di sela sela tanaman ini. Ada pula yang mempercayai bahwa kandungan tertentu di dalamnya tidak disukai ular, walau klaim ini masih lebih banyak berdasarkan pengalaman lapangan.
Menyusun Lidah Mertua Menjadi Barikade Tanaman Pengusir Ular
Sebagai tanaman pengusir ular, lidah mertua sangat cocok ditanam berderet di tepi tembok atau pagar. Tanaman ini tahan panas, tidak butuh banyak air dan bisa tumbuh di media yang minim perawatan. Anda dapat menanamnya langsung di tanah atau menggunakan pot memanjang.
Susun tanaman secara rapat agar membentuk semacam pagar hidup. Ular cenderung menghindari area yang penuh rimbun tegak dan sulit dilalui. Selain itu, lidah mertua juga dikenal dapat membantu menyerap polutan di udara, sehingga memberikan manfaat ganda untuk lingkungan rumah.
4. Bawang Putih, Bumbu Dapur yang Juga Tanaman Pengusir Ular
Bawang putih bukan hanya penting di dapur, tetapi juga disebut sebut sebagai salah satu tanaman pengusir ular yang cukup disegani. Aroma menyengat dari umbi dan daunnya diduga mengganggu indera penciuman ular yang sangat sensitif terhadap bau bau tajam.
Menanam Bawang Putih di Pekarangan sebagai Tanaman Pengusir Ular
Untuk memanfaatkan bawang putih sebagai tanaman pengusir ular, Anda bisa menanam siung bawang langsung di bedengan kecil dekat rumah. Pilih area yang mendapat sinar matahari cukup dan tidak tergenang. Tanam siung bawang dengan posisi ujung runcing menghadap ke atas, lalu timbun tipis dengan tanah.
Selain ditanam, banyak warga yang menempatkan bawang putih yang sudah digeprek di titik titik tertentu seperti dekat lubang saluran air, kolong gudang, atau sudut yang rawan menjadi jalur ular. Walau aromanya akan berkurang seiring waktu, cara ini sering dipakai sebagai langkah tambahan saat musim hujan ketika ular lebih sering muncul.
5. Tanaman Pengusir Ular dengan Aroma Kuat: Lengkuas dan Kunyit
Tanaman rimpang seperti lengkuas dan kunyit juga sering disebut dalam daftar tanaman pengusir ular. Kedua tanaman ini menghasilkan aroma khas yang kuat ketika batang atau rimpangnya terluka atau digali. Di beberapa daerah, masyarakat menanam lengkuas dan kunyit di sekeliling kebun sebagai upaya mengurangi kunjungan ular.
Menyusun Kebun Rimpang sebagai Zona Tanaman Pengusir Ular
Lengkuas dan kunyit dapat ditanam dalam pola memanjang mengikuti batas lahan. Tanam rimpang dengan jarak sekitar 30 hingga 40 sentimeter. Daunnya yang rimbun dan cukup tinggi akan menciptakan area yang kurang nyaman dilalui ular karena membuat pandangan dan pergerakan mereka terhambat.
Selain itu, ketika tanah di sekitar tanaman sering terganggu karena aktivitas berkebun, ular cenderung menghindari area yang terlalu sering didatangi manusia. Jadi, perpaduan antara aroma rimpang, kerimbunan daun dan aktivitas manusia rutin di kebun rimpang membantu menjadikan area tersebut kurang menarik bagi ular.
“Perlindungan terbaik dari ular selalu merupakan kombinasi: lingkungan rapi, celah tertutup, dan pemanfaatan tanaman yang tidak mereka sukai.”
6. Tanaman Pengusir Ular Berbentuk Semak: Kecombrang dan Beluntas
Kecombrang dan beluntas adalah dua jenis tanaman semak yang banyak ditemukan di pekarangan tradisional. Keduanya memiliki aroma khas yang cukup tajam. Di sejumlah daerah, beluntas sering ditanam di batas pekarangan sebagai pagar hidup, sementara kecombrang menjadi tanaman bumbu sekaligus penghias halaman.
Menempatkan Kecombrang dan Beluntas sebagai Sabuk Tanaman Pengusir Ular
Sebagai tanaman pengusir ular, kecombrang dan beluntas dapat ditanam berderet di area yang berbatasan langsung dengan kebun kosong, semak liar atau lahan yang jarang dibersihkan. Tanaman ini akan membentuk semak rapat dengan daun lebat sehingga menyulitkan ular melintas tanpa terdeteksi.
Beluntas relatif mudah tumbuh dan tidak membutuhkan perawatan rumit. Pangkas secara berkala agar tetap rapi dan tidak terlalu tinggi. Kecombrang, selain memberi penghalang alami, juga menghasilkan bunga yang bisa dimanfaatkan sebagai bahan masakan, menjadikannya pilihan menarik untuk pekarangan yang ingin terlihat asri sekaligus fungsional.
7. Tanaman Pengusir Ular dari Kelompok Herba Wangi: Mint dan Rosemary
Kelompok tanaman herba wangi seperti mint dan rosemary lebih dikenal di dapur modern, namun aromanya yang tajam juga sering dimanfaatkan sebagai pengusir serangga dan hewan kecil. Beberapa penghobi tanaman menyebut mint dan rosemary sebagai tanaman pengusir ular tambahan, terutama di area taman yang sering digunakan untuk bersantai.
Menyusun Taman Herba sebagai Zona Nyaman Manusia dan Kurang Nyaman Ular
Mint dan rosemary bisa ditanam dalam pot kecil hingga sedang, lalu disusun mengelilingi area duduk di taman, dekat pintu belakang atau di sepanjang jalur menuju dapur. Aroma yang keluar ketika daun tersentuh atau tertiup angin akan cukup kuat tercium.
Sebagai tanaman pengusir ular, herba wangi ini memang lebih berperan sebagai pelengkap daripada penghalang utama. Namun, kelebihannya adalah mudah dipindahkan, bisa dipanen untuk kebutuhan dapur, dan menambah keindahan taman dengan tekstur daun yang menarik.
Tips Menyusun Kombinasi Tanaman Pengusir Ular di Sekitar Rumah
Memilih satu jenis tanaman saja sering kali kurang efektif. Kombinasi beberapa tanaman pengusir ular dengan karakter berbeda akan menciptakan lapisan perlindungan yang lebih baik. Misalnya, Anda bisa menggabungkan serai wangi di tepi pagar, lidah mertua di dekat tembok rumah, dan bawang putih di bedengan kecil dekat dapur.
Susun tanaman tinggi di bagian belakang dan yang rendah di depan agar tetap enak dipandang. Pastikan juga tetap ada akses untuk membersihkan gulma dan sampah di sela sela tanaman, karena tumpukan daun kering justru bisa menjadi tempat persembunyian hewan kecil yang menarik perhatian ular.
Selain menata tanaman pengusir ular, jaga selalu kebersihan halaman. Potong rumput secara berkala, singkirkan tumpukan kayu, batu dan barang bekas yang sudah tidak terpakai. Tutup celah di bawah pintu atau ventilasi yang terlalu lebar. Dengan begitu, tanaman berfungsi sebagai pelengkap strategi menyeluruh untuk mengurangi risiko ular masuk ke lingkungan rumah.



Comment