Banyak orang sudah beralih ke mesin cuci front loading karena dikenal lebih hemat air, lebih lembut pada pakaian, dan hasil cucian lebih bersih. Namun, tanpa tahu cara menggunakan mesin cuci front loading dengan benar, mesin bisa cepat rusak, baju kurang bersih, bahkan muncul bau tak sedap di dalam tabung. Di rumah, sering kali masalah bukan pada kualitas mesin, tetapi pada kebiasaan pemakaian yang kurang tepat, mulai dari salah deterjen hingga overloading.
Mengenal Karakter Mesin Cuci Front Loading Sebelum Dipakai
Sebelum membahas langkah teknis, penting memahami dulu karakter dan cara kerja mesin cuci front loading. Ini akan memudahkan pengguna mengoptimalkan fitur yang ada, sekaligus menghindari kebiasaan yang bisa merusak komponen di dalamnya.
Mesin cuci front loading bekerja dengan sistem putaran horizontal. Pakaian diangkat lalu dijatuhkan berulang kali oleh putaran drum, sehingga proses mencuci lebih mirip gerakan mengucek. Karena itu, mesin jenis ini tidak membutuhkan air sebanyak mesin top loading. Sistem ini juga membuat pakaian lebih awet karena gesekan yang terjadi relatif lebih lembut.
Selain itu, front loading umumnya punya lebih banyak pilihan program seperti cotton, synthetic, delicate, quick wash, hingga program khusus selimut atau baby care. Setiap program sudah diatur pabrik dengan kombinasi suhu, kecepatan putaran, dan durasi yang berbeda. Sayangnya, banyak pengguna hanya menekan tombol start tanpa pernah membaca buku panduan, sehingga tidak memanfaatkan fitur secara maksimal.
> “Mesin cuci front loading bisa bertahan lama lebih dari 10 tahun jika dipakai dengan benar, tapi bisa mulai bermasalah dalam 2 sampai 3 tahun jika terus dipaksa bekerja di luar batas yang disarankan.”
Persiapan Sebelum Menyalakan Mesin Cuci
Banyak kerusakan mesin dan masalah pada pakaian sebenarnya bisa dicegah pada tahap persiapan. Langkah yang terlihat sepele seperti memeriksa kantong baju dan memisahkan warna sangat menentukan hasil akhir cucian.
Pertama, pastikan posisi mesin cuci sudah rata. Gunakan waterpass atau aplikasi di ponsel untuk mengecek apakah permukaan mesin seimbang. Mesin yang miring akan membuat putaran tidak stabil dan bisa menimbulkan getaran berlebih saat spin, yang pada jangka panjang berisiko merusak suspensi dan bearing.
Kedua, cek sambungan air dan listrik. Selang masuk dan keluar air harus terpasang kuat agar tidak bocor. Sementara itu, stop kontak sebaiknya punya grounding dan tidak menggunakan colokan bertumpuk dengan peralatan listrik berdaya besar lain. Ini untuk menghindari lonjakan listrik yang bisa merusak modul elektronik mesin.
Terakhir, baca kembali buku panduan singkat terutama bagian kapasitas maksimal. Setiap mesin memiliki batas kilogram yang berbeda. Kapasitas ini bukan hanya soal berat pakaian kering, tetapi juga kemampuan motor dan suspensi menahan beban saat pakaian basah dan berputar cepat.
Memahami Deterjen dan Pewangi yang Tepat
Penggunaan deterjen yang tepat adalah kunci utama cara menggunakan mesin cuci front loading agar tidak cepat rusak dan tidak meninggalkan residu di pakaian. Front loading dirancang menggunakan deterjen khusus low foam atau low suds, yang menghasilkan sedikit busa.
Jika memakai deterjen biasa yang busanya banyak, sensor mesin bisa terganggu, proses bilas tidak optimal, dan busa berlebih bisa merembes ke bagian elektronik. Selain itu, sisa deterjen yang tidak larut sempurna akan menempel di dinding drum dan karet pintu, memicu jamur dan bau apek.
Pilih deterjen yang di kemasannya tertulis khusus untuk front loading atau untuk mesin cuci otomatis. Gunakan takaran sesuai petunjuk, biasanya sudah ada sendok atau garis penanda. Menggunakan deterjen lebih banyak tidak membuat pakaian lebih bersih, justru menyulitkan mesin saat membilas.
Untuk pewangi dan pelembut, gunakan juga sesuai takaran. Hindari menuangkan langsung ke dalam drum. Sebagian besar mesin front loading memiliki laci khusus deterjen, pelembut, dan deterjen cuci awal. Ikuti petunjuk simbol di laci tersebut, karena salah menaruh cairan bisa membuat pelembut langsung terbuang saat proses awal, bukan di tahap akhir seperti yang diinginkan.
Langkah Lengkap Cara Menggunakan Mesin Cuci Front Loading
Setelah memahami dasar, berikut langkah sistematis yang bisa diterapkan setiap kali mencuci. Cara menggunakan mesin cuci front loading yang teratur akan membuat rutinitas mencuci lebih efisien, menghemat listrik, dan menjaga kualitas pakaian.
Pertama, sortir pakaian. Pisahkan pakaian putih, berwarna terang, dan gelap. Pakaian berbahan halus seperti lingerie, sutra, atau pakaian dengan renda sebaiknya dipisahkan dan dimasukkan ke laundry bag. Pakaian sangat kotor seperti celana kerja lapangan atau pakaian berlumpur juga sebaiknya dipisah dan dibilas dulu dengan air sebelum dimasukkan ke mesin.
Kedua, periksa setiap kantong. Koin, kunci, peniti, atau benda keras lain bisa merusak kaca pintu dan drum. Tisu yang tertinggal di kantong bisa hancur dan menempel di seluruh pakaian, menyulitkan pembersihan setelahnya. Tutup resleting, kancingkan baju, dan balik pakaian dengan sablon atau bordir ke bagian dalam agar tidak cepat rusak.
Ketiga, masukkan pakaian ke dalam drum. Jangan sampai melebihi sekitar tiga perempat kapasitas drum. Pakaian butuh ruang untuk bergerak saat berputar. Jika drum terlalu penuh, deterjen sulit menyebar merata dan mesin akan bekerja lebih berat, meningkatkan risiko kerusakan motor.
Keempat, tuang deterjen dan pelembut ke laci sesuai takaran. Pastikan laci tertutup rapat sebelum menyalakan mesin. Kemudian pilih program yang sesuai dengan jenis pakaian. Untuk pakaian sehari hari, program cotton dengan suhu rendah biasanya sudah cukup. Untuk pakaian bayi atau handuk, bisa pilih suhu lebih tinggi jika label pakaian mengizinkan.
Terakhir, atur kecepatan spin. Untuk bahan halus, gunakan putaran rendah agar tidak merusak serat. Untuk handuk atau bahan tebal, putaran tinggi membantu mempercepat proses pengeringan. Setelah semua siap, tekan tombol start dan biarkan mesin bekerja hingga selesai tanpa sering sering dijeda kecuali benar benar diperlukan.
Mengatur Suhu dan Program dengan Lebih Cermat
Banyak orang hanya menggunakan satu program yang sama untuk semua jenis cucian, padahal mesin cuci front loading menawarkan variasi pengaturan yang bisa dimanfaatkan. Cara menggunakan mesin cuci front loading yang benar juga mencakup pemahaman soal suhu air dan durasi pencucian.
Suhu rendah sekitar 20 hingga 30 derajat cocok untuk pakaian berwarna, bahan sintetis, dan pakaian yang tidak terlalu kotor. Selain lebih hemat listrik, suhu rendah juga menjaga warna tidak cepat pudar dan serat kain tetap kuat. Untuk pakaian dalam atau pakaian bayi, beberapa orang memilih suhu lebih tinggi untuk alasan higienitas, selama label pakaian mengizinkan.
Program cepat atau quick wash bisa digunakan untuk pakaian yang hanya dipakai sebentar dan tidak terlalu kotor, seperti baju kerja kantor yang tidak terkena noda berat. Namun, jangan menjadikan program cepat sebagai pilihan utama untuk semua cucian, karena durasi singkat membuat proses perendaman dan pembilasan tidak sedalam program reguler.
Sementara itu, program khusus seperti wool, delicate, atau hand wash dirancang untuk bahan yang sensitif. Putaran drum lebih lembut dan kecepatan spin lebih rendah. Mengabaikan program ini dan menyatukan semua ke program standar bisa membuat pakaian halus cepat melar, berbulu, atau rusak.
Cara Menggunakan Mesin Cuci Front Loading untuk Pakaian Khusus
Beberapa jenis pakaian membutuhkan perlakuan ekstra hati hati. Memahami cara menggunakan mesin cuci front loading untuk pakaian khusus akan mengurangi risiko kerusakan yang tidak perlu.
Untuk jaket tebal atau selimut, pastikan kapasitas mesin mencukupi. Pakaian besar yang terlalu memenuhi drum akan membuat putaran tidak seimbang. Pilih program khusus selimut atau bulky jika tersedia. Gunakan deterjen sedikit lebih banyak dari biasa namun tetap dalam batas wajar, dan hindari pelembut untuk bahan tertentu seperti jaket berbahan teknis atau anti air.
Pakaian olahraga yang terbuat dari bahan sintetis elastis sebaiknya dicuci dengan program sport atau synthetic. Suhu rendah membantu menjaga elastisitas bahan. Hindari pengering dengan putaran sangat tinggi jika label pakaian melarang, karena bisa membuat bahan mengerut atau berubah bentuk.
Pakaian dalam, terutama yang memiliki kawat atau detail kecil, lebih aman jika dimasukkan ke laundry bag. Ini mengurangi gesekan langsung dengan drum dan pakaian lain. Beberapa orang memilih mencuci pakaian dalam secara terpisah dengan program lembut dan deterjen yang lebih ringan.
> “Label perawatan di pakaian bukan sekadar formalitas, melainkan petunjuk teknis yang jika diabaikan bisa membuat baju favorit rusak hanya dalam beberapa kali cuci.”
Menjaga Mesin Tetap Bersih Setelah Dipakai
Merawat mesin setelah mencuci sama pentingnya dengan cara menggunakan mesin cuci front loading saat beroperasi. Sisa air, deterjen, dan kotoran yang tertinggal bisa menjadi sumber bau tidak sedap dan jamur.
Setelah selesai mencuci, biasakan membuka pintu mesin selama beberapa jam agar bagian dalam drum kering oleh udara. Karet di sekitar pintu sering menjadi tempat berkumpulnya air dan residu deterjen. Lap bagian ini secara berkala dengan kain lembab, terutama di lipatan karet yang sulit terlihat.
Laci deterjen juga perlu dibersihkan secara rutin. Cabut laci jika bisa dilepas, kemudian bilas dengan air hangat untuk menghilangkan kerak deterjen yang menumpuk. Kotoran yang dibiarkan bisa mengeras dan mengganggu aliran deterjen ke dalam drum.
Beberapa mesin memiliki fitur drum clean atau tub clean. Gunakan program ini sebulan sekali atau sesuai rekomendasi pabrik, biasanya dengan menambahkan pembersih khusus mesin cuci atau cuka putih dalam jumlah tertentu. Program ini membantu membersihkan bagian dalam drum dari jamur dan kerak yang tidak terlihat.
Kebiasaan yang Harus Dihindari Saat Menggunakan Front Loading
Ada beberapa kebiasaan yang sering dianggap sepele namun sangat berpengaruh pada usia pakai mesin. Memahami apa yang sebaiknya dihindari adalah bagian penting dari cara menggunakan mesin cuci front loading secara bijak.
Jangan sering sering menambah pakaian setelah mesin berjalan, terutama di awal pencucian. Membuka pintu di tengah proses bisa mengganggu sensor dan sistem penguncian. Jika memang harus menambah pakaian, lakukan hanya jika mesin memiliki fitur pause and add dan ikuti petunjuk waktunya.
Hindari mencuci karpet karet, keset dengan bagian bawah plastik tebal, atau benda sangat berat lain yang tidak direkomendasikan. Benda seperti ini bisa membuat drum tidak seimbang dan merusak suspensi. Selain itu, serat karpet yang rontok dapat menyumbat filter pembuangan.
Jangan menyalakan mesin berulang kali tanpa jeda terlalu lama. Beri waktu mesin untuk “istirahat” beberapa menit di antara siklus jika ingin mencuci beberapa batch sekaligus. Motor dan komponen elektronik di dalamnya juga membutuhkan waktu untuk mendingin, terutama jika menggunakan program dengan putaran tinggi.


Comment