Tips membeli rumah di usia muda semakin banyak dicari ketika harga properti terus menjadi perhatian generasi yang baru memasuki dunia kerja. Memiliki rumah sebelum usia 30 tahun memang terdengar menarik, tetapi keputusan tersebut tidak cukup hanya didasarkan pada keinginan segera mempunyai tempat tinggal sendiri. Pembelian rumah melibatkan uang dalam jumlah besar, cicilan panjang, biaya administrasi, pajak, perawatan bangunan, serta berbagai pengeluaran lain yang harus diperhitungkan sejak awal.
Usia muda sebenarnya memberikan beberapa keuntungan ketika ingin membeli rumah. Waktu untuk membangun penghasilan masih panjang, tenor pembiayaan dapat lebih leluasa, dan seseorang memiliki kesempatan menata aset sejak lebih awal. Namun, keuntungan tersebut baru terasa apabila pembelian dilakukan berdasarkan kemampuan keuangan yang sehat.
Kesalahan yang cukup sering terjadi adalah terlalu fokus pada besarnya cicilan bulanan. Padahal, kemampuan membeli rumah tidak hanya ditentukan dari apakah gaji cukup untuk membayar cicilan. Pembeli juga membutuhkan dana darurat, uang untuk kebutuhan sehari hari, biaya transportasi, perlindungan kesehatan, serta ruang untuk kebutuhan tidak terduga.
Karena itu, membeli rumah pada usia muda sebaiknya dimulai dengan menghitung kemampuan sendiri, bukan mengikuti pencapaian orang lain.
Tentukan Alasan Membeli Rumah Sebelum Mencari Properti
Langkah pertama yang sering dilewatkan adalah menentukan alasan mengapa rumah perlu dibeli sekarang. Ada orang yang membeli karena ingin segera tinggal mandiri, ada yang membutuhkan tempat tinggal dekat tempat kerja, sementara sebagian lainnya ingin memiliki aset sejak usia muda.
Alasan tersebut akan memengaruhi jenis rumah yang sebaiknya dicari.
Apabila rumah akan langsung ditempati, akses menuju kantor, fasilitas kesehatan, pusat kebutuhan sehari hari dan transportasi perlu menjadi pertimbangan besar. Sebaliknya, rumah yang dibeli sebagai aset memiliki pertimbangan berbeda karena perkembangan kawasan dan permintaan terhadap hunian akan ikut diperhatikan.
Calon pembeli juga perlu menjawab pertanyaan sederhana. Apakah pekerjaan saat ini cukup stabil? Apakah ada kemungkinan harus pindah kota dalam waktu dekat? Apakah rumah akan ditempati sendiri atau bersama keluarga?
Jawaban terhadap pertanyaan tersebut membantu mencegah keputusan yang terlalu cepat.
Rumah bukan barang yang mudah dijual kembali dalam hitungan hari. Karena itu, keputusan pembelian membutuhkan pertimbangan lebih panjang dibandingkan membeli kendaraan atau barang elektronik.
Jangan Memaksakan Harga Rumah Berdasarkan Batas Kredit Bank
Bank dapat memberikan gambaran mengenai jumlah kredit yang mungkin diterima seseorang. Namun, batas pembiayaan dari bank tidak berarti seluruh jumlah tersebut harus digunakan.
Kemampuan membayar setiap orang berbeda meskipun memiliki gaji yang sama.
Seseorang yang masih membantu orang tua tentu mempunyai struktur pengeluaran berbeda dari orang yang tidak memiliki tanggungan keluarga. Begitu pula dengan pekerja yang memiliki biaya transportasi tinggi, cicilan kendaraan atau kebutuhan rutin lainnya.
Karena itu, tentukan harga rumah berdasarkan kondisi keuangan pribadi.
Semakin besar harga rumah, semakin besar pula cicilan dan berbagai biaya yang mengikuti transaksi.
Pembeli sebaiknya tetap menyisakan ruang keuangan setelah cicilan dibayar. Jangan sampai seluruh gaji habis untuk rumah sehingga kebutuhan lain harus dibayar menggunakan kartu kredit atau pinjaman tambahan.
“Rumah pertama tidak harus menjadi rumah terbesar yang mampu dibeli. Rumah yang cicilannya nyaman sering menjadi pilihan lebih sehat dibandingkan rumah mahal yang terus menekan arus keuangan setiap bulan.”
Hitung Rasio Cicilan terhadap Penghasilan Bulanan
Sebelum mengajukan KPR, calon pembeli perlu mengetahui berapa besar penghasilan yang benar benar tersedia setiap bulan.
Mulailah dengan mencatat pendapatan bersih setelah potongan. Setelah itu, hitung seluruh kewajiban rutin seperti cicilan kendaraan, pinjaman pendidikan, kartu kredit, biaya keluarga dan pengeluaran penting lainnya.
Dari angka tersebut, calon pembeli dapat memperkirakan cicilan rumah yang masih terasa aman.
Banyak orang menggunakan kisaran sekitar 30 persen dari pendapatan sebagai acuan awal untuk cicilan utang. Namun, angka tersebut tidak harus menjadi aturan mutlak karena kebutuhan setiap rumah tangga berbeda.
Seseorang dengan pendapatan Rp10 juta tetapi memiliki tanggungan keluarga besar mungkin membutuhkan cicilan yang lebih kecil dibandingkan orang dengan penghasilan sama tanpa kewajiban lain.
Lakukan simulasi dalam beberapa kondisi.
Misalnya, bagaimana jika biaya bulanan bertambah Rp1 juta? Bagaimana apabila bonus tahunan tidak diterima? Apakah cicilan tetap dapat dibayar dari gaji utama?
Simulasi seperti ini memberikan gambaran lebih realistis mengenai kemampuan membeli rumah.
Siapkan Uang Muka Lebih Besar Jika Memungkinkan
Skema pembiayaan setiap bank dapat berbeda. Meski terdapat program yang menawarkan kebutuhan uang muka relatif kecil, memiliki dana awal lebih besar tetap memberikan beberapa keuntungan.
Uang muka yang lebih besar dapat mengurangi jumlah pokok kredit.
Ketika nilai kredit lebih kecil, cicilan bulanan juga berpotensi menjadi lebih ringan. Beban bunga sepanjang masa pembiayaan pun dapat berkurang.
Namun, menggunakan seluruh tabungan sebagai uang muka bukan langkah yang ideal.
Setelah membeli rumah, pemilik masih membutuhkan dana untuk berbagai kebutuhan. Bisa saja rumah membutuhkan perbaikan, furnitur, peralatan dapur, biaya pindahan atau kebutuhan lain.
Karena itu, pisahkan uang muka dari dana darurat.
Jangan menggunakan tabungan terakhir hanya karena ingin mengejar rumah tertentu.
Dana Darurat Harus Tetap Tersedia Setelah Membeli Rumah
Dana darurat menjadi sangat penting ketika seseorang memiliki kewajiban KPR.
Cicilan rumah akan terus berjalan meskipun muncul pengeluaran tidak terduga. Kehilangan pekerjaan, kendaraan rusak, kebutuhan keluarga atau kondisi lain dapat mengubah arus keuangan dalam waktu singkat.
Idealnya, dana darurat dipersiapkan sebelum akad pembelian rumah.
Jumlahnya dapat disesuaikan berdasarkan kondisi masing masing. Orang yang belum memiliki tanggungan tentu berbeda dengan pasangan yang sudah memiliki anak.
Dana tersebut sebaiknya ditempatkan pada instrumen yang mudah diakses ketika diperlukan.
Memiliki dana darurat memberi ruang apabila pendapatan mengalami gangguan sementara. Tanpa cadangan uang, pemilik rumah dapat terpaksa mengambil pinjaman baru hanya untuk mempertahankan pembayaran cicilan.
Periksa Riwayat Kredit Sebelum Mengajukan KPR
Bank melakukan analisis sebelum menyetujui pengajuan kredit rumah. Salah satu hal yang diperhatikan adalah riwayat pembayaran kewajiban keuangan.
Karena itu, calon pembeli sebaiknya menjaga pembayaran cicilan sejak jauh hari sebelum mengajukan KPR.
Tagihan kartu kredit, pinjaman kendaraan dan fasilitas kredit lain perlu dibayar sesuai jadwal.
Riwayat pembayaran yang bermasalah dapat menjadi perhatian bank ketika menilai kemampuan calon debitur.
Sistem Layanan Informasi Keuangan atau SLIK OJK menjadi bagian penting dalam informasi perkreditan.
Calon pembeli dapat melakukan pengecekan lebih dahulu agar mengetahui informasi kredit yang tercatat atas namanya.
Apabila terdapat kewajiban yang sudah dilunasi, pastikan informasi pembayarannya sudah diperbarui.
Kebiasaan mengambil banyak pinjaman kecil juga perlu diperhatikan. Nilainya mungkin terlihat tidak besar satu per satu, tetapi seluruh kewajiban tetap memengaruhi kemampuan membayar cicilan rumah.
Jangan Mengambil Pinjaman Baru Menjelang Pengajuan KPR
Ketika sudah merencanakan membeli rumah, menjaga kondisi keuangan beberapa bulan sebelum pengajuan menjadi langkah penting.
Hindari menambah cicilan apabila sebenarnya tidak dibutuhkan.
Membeli kendaraan baru, mengambil kredit barang elektronik atau menggunakan fasilitas pinjaman secara berlebihan dapat menambah kewajiban bulanan.
Bank akan melihat kemampuan calon debitur dalam membayar seluruh kewajibannya.
Semakin besar cicilan yang sudah dimiliki, semakin sempit kemampuan untuk menerima cicilan rumah.
Jika memungkinkan, selesaikan kewajiban kecil terlebih dahulu sebelum mengajukan KPR.
Langkah tersebut juga membuat arus keuangan lebih sederhana setelah rumah dibeli.
Bandingkan KPR dari Beberapa Bank
Kesalahan lain yang sering dilakukan pembeli rumah pertama adalah langsung menerima penawaran KPR dari satu bank tanpa melakukan perbandingan.
Padahal, setiap bank dapat memiliki bunga, biaya, tenor dan persyaratan berbeda.
Calon pembeli perlu memperhatikan jenis bunga yang ditawarkan.
Ada periode ketika bunga ditetapkan pada tingkat tertentu selama beberapa tahun awal. Setelah periode tersebut selesai, perhitungan dapat mengikuti kebijakan bunga yang berlaku sesuai ketentuan bank.
Karena itu, jangan hanya melihat cicilan pada tahun pertama.
Mintalah simulasi pembayaran untuk periode berikutnya agar mengetahui bagaimana kemungkinan perubahan cicilan.
Biaya provisi, administrasi, appraisal dan asuransi juga perlu diperhatikan.
Perbedaan kecil pada bunga dapat menjadi jumlah cukup besar ketika kredit berjalan belasan atau puluhan tahun.
Bunga Tetap dan Bunga Mengambang Harus Dipahami
Istilah bunga tetap sering terlihat menarik ketika membandingkan KPR.
Pada periode bunga tetap, tingkat bunga tidak berubah sesuai jangka waktu yang disepakati. Hal tersebut membuat jumlah cicilan lebih mudah diperkirakan.
Namun, periode itu biasanya memiliki batas waktu.
Setelah selesai, sebagian fasilitas KPR menggunakan bunga mengambang yang dapat berubah mengikuti kebijakan bank dan keadaan ekonomi.
Perubahan tersebut dapat membuat cicilan meningkat.
Karena itu, calon pembeli perlu bertanya secara rinci kapan periode bunga tetap berakhir dan bagaimana perhitungan setelahnya.
Jangan hanya menanyakan cicilan awal.
Lakukan simulasi apabila bunga naik beberapa persen setelah periode promosi selesai. Jika hasilnya membuat cicilan terlalu berat, mungkin harga rumah yang dipilih sudah terlalu tinggi untuk kemampuan saat ini.
Lokasi Rumah Tidak Harus Berada di Tengah Kota
Harga rumah di pusat kota biasanya lebih tinggi karena keterbatasan lahan dan tingginya kebutuhan.
Pembeli muda dapat mempertimbangkan kawasan penyangga selama aksesnya masih sesuai dengan aktivitas sehari hari.
Namun, harga murah jangan menjadi satu satunya alasan membeli rumah jauh dari pusat kegiatan.
Hitung biaya perjalanan.
Rumah yang lebih murah tetapi membutuhkan perjalanan dua jam setiap hari dapat meningkatkan biaya bahan bakar, tol atau transportasi umum.
Waktu perjalanan juga perlu diperhitungkan.
Cobalah datang ke lokasi pada jam sibuk untuk mengetahui keadaan sebenarnya. Perjalanan pada Minggu pagi tidak selalu menggambarkan lalu lintas pada Senin pagi.
Periksa pula akses menuju rumah ketika hujan dan malam hari.
Periksa Fasilitas di Sekitar Perumahan
Rumah tidak berdiri sendiri. Lingkungan sekitarnya akan menjadi bagian dari kehidupan pemilik selama bertahun tahun.
Perhatikan keberadaan pasar, minimarket, sekolah, rumah sakit, pusat kesehatan dan fasilitas transportasi.
Akses internet juga semakin penting karena banyak pekerjaan dapat dilakukan dari rumah.
Jika menggunakan kendaraan pribadi, periksa kondisi jalan menuju kawasan tersebut.
Lebar jalan dan akses keluar masuk dapat memengaruhi kenyamanan.
Calon pembeli yang berencana tinggal bersama keluarga juga dapat melihat pilihan sekolah di sekitar kawasan.
Semakin lengkap fasilitas di sekitar hunian, semakin sedikit waktu yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan sehari hari.
Jangan Percaya Sepenuhnya pada Brosur Pengembang
Brosur perumahan dirancang untuk memperlihatkan produk dari sisi terbaik. Ilustrasi rumah dapat terlihat luas, hijau dan tertata dengan sangat rapi.
Calon pembeli tetap perlu datang langsung ke lokasi.
Periksa ukuran sebenarnya dari tanah dan bangunan.
Jika tersedia rumah contoh, jangan hanya melihat dekorasinya. Perhatikan lebar ruangan, pencahayaan, ventilasi, posisi kamar mandi dan ruang penyimpanan.
Tanyakan pula apakah seluruh elemen yang terdapat di rumah contoh merupakan bagian dari harga jual.
Ada kalanya furnitur, taman atau sejumlah fitur hanya digunakan untuk kebutuhan pemasaran.
Periksa pula pembangunan di sekitar kawasan. Informasi mengenai jalan, fasilitas umum dan pengembangan area sebaiknya dibedakan antara yang sudah tersedia dengan yang masih berupa rencana.
Rumah Bekas Bisa Menjadi Pilihan yang Menarik
Pembeli usia muda tidak harus selalu mencari rumah baru dari pengembang.
Rumah bekas dapat memberikan pilihan menarik, terutama di kawasan yang sudah berkembang.
Keuntungan rumah bekas adalah kondisi lingkungan dapat dilihat secara langsung.
Tetangga sudah ada, fasilitas sudah berjalan dan akses transportasi sudah dapat diuji.
Namun, kondisi bangunan membutuhkan pemeriksaan lebih teliti.
Perhatikan atap, plafon, dinding, lantai, instalasi listrik dan saluran air.
Bekas rembesan pada tembok dapat menunjukkan masalah kebocoran.
Jika tidak memahami kondisi bangunan, calon pembeli dapat meminta bantuan orang yang berpengalaman untuk melakukan pemeriksaan.
Biaya renovasi harus dimasukkan ke dalam perhitungan harga.
Rumah Rp500 juta yang membutuhkan renovasi Rp100 juta tentu memiliki biaya sebenarnya yang berbeda dengan rumah Rp550 juta yang sudah siap ditempati.
Legalitas Rumah Wajib Diperiksa dengan Teliti
Harga menarik tidak boleh membuat pembeli mengabaikan dokumen.
Status kepemilikan tanah dan bangunan harus diperiksa sebelum transaksi.
Pastikan identitas pemilik sesuai dengan dokumen yang tersedia. Periksa pula apakah properti sedang menjadi jaminan, terlibat sengketa atau memiliki persoalan administratif lain.
Dalam pembelian melalui pengembang, calon pembeli perlu memeriksa legalitas proyek dan kejelasan dokumen yang nantinya diterima.
Jangan ragu meminta penjelasan jika terdapat istilah yang tidak dipahami.
Transaksi rumah memiliki nilai besar sehingga konsultasi dengan notaris atau pejabat yang kompeten dapat membantu memastikan proses dilakukan dengan benar.
“Rumah yang terlihat murah dapat menjadi sangat mahal apabila pembeli baru mengetahui persoalan dokumen setelah pembayaran dilakukan.”
Waspadai Biaya Selain Harga Rumah
Banyak pembeli muda hanya menyiapkan uang muka dan cicilan pertama.
Padahal, transaksi properti memiliki berbagai pengeluaran lain.
Biaya notaris, administrasi bank, appraisal, asuransi, pajak serta pengurusan dokumen perlu dimasukkan dalam perencanaan.
Besarnya dapat berbeda berdasarkan nilai transaksi, lokasi dan skema pembelian.
Setelah rumah diterima, biaya tambahan masih mungkin muncul.
Pemilik mungkin membutuhkan pagar, pompa air, lampu, gorden, tempat tidur, kulkas atau peralatan lainnya.
Jangan membeli seluruh furnitur sekaligus menggunakan cicilan hanya karena ingin rumah langsung terlihat lengkap.
Prioritaskan barang yang benar benar dibutuhkan.
Rumah dapat dilengkapi secara bertahap mengikuti kemampuan.
Jangan Menggunakan Seluruh Investasi untuk Membayar Rumah
Keinginan mempunyai rumah sering membuat seseorang tergoda mencairkan seluruh tabungan dan investasi.
Keputusan tersebut perlu diperhitungkan dengan hati hati.
Rumah memang memiliki nilai sebagai aset, tetapi pemilik tetap membutuhkan aset likuid.
Uang yang sudah masuk ke properti tidak selalu mudah dicairkan dalam waktu singkat.
Menjual rumah membutuhkan proses, calon pembeli dan pengurusan dokumen.
Karena itu, mempertahankan sebagian tabungan dan investasi memberikan keseimbangan lebih baik.
Pemilik rumah masih memiliki cadangan untuk kebutuhan lain tanpa harus menjual properti.
Pertimbangkan Membeli Bersama Pasangan dengan Perhitungan Jelas
Pasangan muda sering menggabungkan penghasilan agar kemampuan membeli rumah menjadi lebih besar.
Langkah tersebut dapat membantu, tetapi pembicaraan keuangan perlu dilakukan secara terbuka.
Hitung penghasilan masing masing serta kewajiban yang sudah dimiliki.
Tentukan siapa yang akan membayar uang muka, bagaimana cicilan dibagi dan bagaimana biaya rumah sehari hari ditanggung.
Pembicaraan mengenai keuangan sebaiknya dilakukan sebelum akad KPR.
Pasangan juga perlu mempertimbangkan skenario apabila salah satu berhenti bekerja sementara.
Cicilan idealnya masih dapat dikelola tanpa membuat kebutuhan pokok terganggu secara serius.
Rumah Pertama Tidak Harus Menjadi Rumah Impian Terakhir
Salah satu tekanan terbesar ketika membeli rumah pertama adalah keinginan mendapatkan seluruh fasilitas sekaligus.
Calon pembeli ingin lokasi strategis, tanah luas, tiga kamar, halaman besar, garasi dan desain terbaik dalam satu rumah.
Semakin panjang daftar tersebut, semakin tinggi harga yang harus dibayar.
Rumah pertama sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan saat ini dan kemampuan finansial.
Ukuran yang sedikit lebih kecil tetapi cicilannya terkendali dapat memberikan ruang keuangan lebih sehat.
Jika pendapatan meningkat dan kebutuhan berubah beberapa tahun kemudian, pilihan tempat tinggal dapat dievaluasi kembali.
Membeli rumah tidak harus menjadi perlombaan mendapatkan properti paling mahal pada usia paling muda.
Lakukan Simulasi Sebelum Membayar Tanda Jadi
Sebelum memberikan tanda jadi kepada penjual atau pengembang, calon pembeli sebaiknya melakukan simulasi keuangan terakhir secara menyeluruh.
Catat harga rumah, uang muka, perkiraan cicilan, biaya transaksi, renovasi dan kebutuhan awal setelah pindah.
Setelah itu, kurangi seluruh angka tersebut dari tabungan dan pendapatan yang dimiliki.
Periksa apakah dana darurat masih tersedia.
Hitung pula berapa uang yang tersisa setiap bulan setelah cicilan rumah, makan, transportasi, tagihan dan kebutuhan keluarga dibayar.
Jangan memasukkan bonus yang belum pasti sebagai sumber utama cicilan.
Gunakan penghasilan yang relatif stabil sebagai dasar perhitungan.
Jika simulasi menunjukkan keuangan terlalu sempit, menurunkan target harga rumah bukan sebuah kegagalan. Tips membeli rumah di usia muda yang paling penting justru berawal dari kemampuan memilih rumah berdasarkan kondisi keuangan sendiri, sehingga kepemilikan tempat tinggal tidak berubah menjadi beban yang mengambil hampir seluruh penghasilan setiap bulan.
Periksa Rumah Sekali Lagi Menjelang Serah Terima
Setelah pembelian disetujui, pekerjaan calon pemilik belum selesai. Pemeriksaan menjelang serah terima perlu dilakukan terutama pada rumah baru.
Periksa setiap ruangan dengan teliti.
Nyalakan lampu, periksa stop kontak, buka keran, coba saluran pembuangan dan lihat apakah terdapat rembesan air.
Pintu dan jendela perlu dibuka serta ditutup beberapa kali untuk memastikan pemasangannya bekerja dengan baik.
Perhatikan retakan pada dinding dan kondisi lantai.
Jika menemukan kekurangan, dokumentasikan menggunakan foto dan sampaikan kepada pihak yang bertanggung jawab sebelum proses serah terima dianggap selesai.
Pemeriksaan pada siang hari biasanya membantu karena pencahayaan alami membuat beberapa kekurangan bangunan lebih mudah terlihat.
Ketelitian pada tahap ini dapat mengurangi kemungkinan pemilik harus mengeluarkan uang sendiri untuk memperbaiki persoalan yang sebenarnya sudah ada sebelum rumah ditempati.


Comment